Main Menu
Home
News
Artist
Gallery Events
Arts Gallery
Contact Us
Search
Latest Events
There are no upcoming events currently scheduled.
View Full Calendar
ExtCalendar
August 2010 September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Syndicate
Home
Progress Report
Friday, 25 April 2008

Image

Pameran Senirupa /  Visual arts exhibition

Agung Yuliansyah
Djoned Koesoemadi
Dul Akhmad Besari
Harmanto
Kokoh Nugroho
Pramuji Nugroho
Putut Wahyu Widodo

 

KURATOR : HERU HIKAYAT

26 April - 26 Mei 2008

Dahara Gallery

Jalan Dorang 7 Semarang

Telp.024.3511172

e-mail : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

 
Man + Space
Friday, 25 April 2008
Image Genggam 2007, dengan harapan baru, ( jika tak lagi  bencana murka ) bagi seniman harapan itu tentunya dinyatakan, dalam bentuk karya, Dahara Gallery berbahagia bisa menggelar pameran karya-karya baru para perupa muda dari pelbagai kota : Bandung, Semarang, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Mari kenal dan kenanglah  mereka : Aji Yudalaga. Arianto, Awan Yossefani, Herman Lexstiawan, Kokoh Nugroho, M.Rizky, Radi Arwinda, Ronal Efendi, Sigit Tamtomo,Tri Wahyudi, Tutut Hari Prabowo, Vani HR dan Yulius HP

Dengan kreativitas yang tinggi para perupa ini akan mepertanggung jawabkankan status kesenimannya

Read more...
 
ETALASE DUNIA RUPA
Tuesday, 08 April 2008

ETALASE DUNIA RUPA
Semarang, 12 Maret-15 April 2006

    Pembacaan atas teks dalam karya apa pun (seni) menjadi hal yang penting di dalam merayakan perhelatan kesenian. Pembacaan atas teks itu tentu tidak semata-mata milik (otoritas) pengamat, kritikus , dan kurator saja. Apresiasi masyarakat pun diperlukan sebagai penyangga (barometer) perkembangan kesenian. Dunia seni rupa Semarang, sedang giat giatnya membangun pewacanaan tersebut. Tentunya memang tidak serta merta sikap demikian menggelinding begitu saja. Maka dibutuhkan banyak peran yang mendorong lajunya tradisi tersebut. Salah satu peran yang berfungsi langsung terhadap karya seni rupa adalah adanya ruang rupa seperti galeri. Karena fungsi utama Galeri adalah memamerkan karya seniman rupa. Dari sinilah tentunya sikap Galeri terhadap kerja apresiasi karya-karya yang hendak dipamerkan menjadi signifikan.
    Dahara Gallery dalam program Etalase Dunia Rupa, mencoba menggulirkan kembali apresiasi dan pasar yang tidak  sekadar wacana. Tetapi mempraktikkan dunia pasar yang remang-remang tentu butuh suatu penyikapan tersendiri. Apakah benar pasar itu bisa dibaca dan dipelajari sebagai seremoni  penggenapan karya pamer. Di sinilah peran Galeri tentu dibutuhkan. Galeri pun punya alasan dalam memilih karya-karya yang hendak dipamerkan. Dan subjektifitas galeri  tentu bisa dipahami berkaitan dengan visi dan misi dalam  pencitraan karakter yang hendak dibangunnya.
    Pameran Etalase Dunia Rupa disamping mengambil alasan tersebut diatas, juga bermaksud mengapresiasi kembali karya-karya pelukis yang bertebar di pameran-pameran (baca: lokal) untuk dibaca kembali, sekaligus memperluas jaringan  publisitasnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengayakan informasi tentang keberadaan sang pelukisnya. Alasan lain juga diharapkan mampu menghangatkan lagi tafsir-tafsir yang tak selesai di apresiasikan.
    Pameran yang tidak menjeratkan tema khusus ini, dimaksudkan agar kita lebih bisa membaca keutuhan ide setiap karya. Demikian juga karya yang ditampilkan tidak harus berlabel (tahun) pembuatan yang baru. Bisa  menjadi pengamatan intensitas akan pergulatannya. Paling tidak untuk sekadar memudahkan "pembedaan". Sekarang ini lagi musim karya "abrakadabra"( sulapan ) yang muncul di ruang pamer., dengan pewacanaan yang berlebihan. Atau hari gini (dimana media,teori akademi dan buku sama sama di baca) masih saja orang menjelaskan batasan seni rupa dengan rezimitas bahasa yang hiperbola. Semacam ada stigma dunia rupa kita dungu tak berkembang. Dunia rupa (baca: dari dulu) demikian terbukanya, sehingga siapa pun (entah apapun) boleh membahasakan sebebas-bebasnya, serumit-rumitnya, tapi eksistensi ada di tangan  perupa  sendiri.

Read more...
 
Latest News
Who's Online
We have 7 guests online
Dahara Gallery
Jl. Dorang No. 7 Semarang